Kisah pilu sang hacker baik hati


Senyum manisnya menyiratkan sejuta tanda tanya, tak kenal patah arang meski aral merintang. Mungkin kalimat itulah yang cocok untuk menggambarkan sosok Hamza Dlaj, seorang pemuda muslim asal Aljazair. Hamza Dlaj tetap terlihat santai dan bersahaja meski telah terciduk oleh interpol, tak ayal sikap santainya ini membuat musuhnya menjadi geram.

Hamza Dlaj divonis melakukan kejahatan luar biasa oleh pengadilan internasional, disebabkan karena ulahnya yang meretas ribuan situs penting di berbagai negara. Tidak hanya itu, Hamza Dlaj juga membobol 217 bank dengan mencuri uang yang mencapai $ 3,5 miliar atau jika dirupiahkan hampir sekitar Rp 45 triliun. Harta tersebut tidak digunakan  untuk memperkaya diri melainkan ia sumbangkan untuk negara yang sedang dilanda kecamuk perang berkepanjangan dan negara miskin seperti Palestina. Tingkah laku Hamza Dlaj dibaratkan Robin Hood di dunia nyata, tokoh fiktif yang digambarkan memiliki sifat mulia, yang merampas harta milik penjahat dan membagikannya kepada mereka yang membutuhkan bantuannya. Hamza Dlaj tentu menjadi pahlawan bagi mereka yang membutuhkan jasanya,kisah heroik dari Hamza Dlaj ini tentu menuai kontroversi, karena ia telah terbukti melakukan pelanggaran tingkat tinggi, tidak hanya membobol bank akan tetapi ia juga meretas ribuan situs konsulat prancis dan memberi visa gratis kepada penduduk Aljazair. Selain itu, Hamza Dlaj juga meretas situs yang menyimpan rahasia  penting negara zionis Israel  dan membocorkannya kepada pihak Palestina. 

Hal ini tentu menggemparkan dunia, bagaimana mungkin seorang pria biasa bisa meretas situs negara dengan sistem keamanan super ketat seperti Israel. Hal ini membuatnya diburu oleh interpol dan berhasil ditangkap di Thailand pada 2013 silam, setelah tiga tahun pencarian. Hamza Dlaj termasuk ke dalam satu dari sepuluh Hacker paling berbahaya di dunia, bedasarkan hasil putusan pengadilan internasional ia dijatuhi vonis hukuman mati.

Walaupun demikian, Israel pernah menawari Hamza Dlaj untuk bekerja di bagian sistem keamanan negara Israel dengan kompensasi terbebas dari tuntutan yang menderanya. Akan tetapi dengan mudahnya Hamza Dlaj menolak tawaran tersebut, tawaran kembali silih berganti datang dari Israel. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, bahwa ia tidak akan tunduk kepada negara zionis Israel yang bertindak zalim kepada saudara muslimnya yang ada di Palestina.

Semoga dari kisah hacker bernama Hamza Dlaj  diatas, anda dapat mengambil banyak hikmah. Kita bisa  berbuat baik kepada orang lain  dengan cara yang benar, tetapi tidak dengan menghalalkan segala cara yang merugikan orang lain, hingga pada akhirnya kita sendiri yang akan terkena imbasnya.

0 Response to "Kisah pilu sang hacker baik hati"

Post a Comment

Silahkan kritik dan sarannya. jangan titip link saya pasti akan kunjungi balik. yang sudah follow blog ini silahkan komentar di bawah biar saya follback biar gak ketinggalan kalau ada update terbaru..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel