Featured Post

Mahkluk misterius di laut terdalam palung mariana

Harmoni kehidupan masyarakat Aceh dalam tradisi "Meugang"


Aceh merupakan provinsi yang terletak di  bagian paling barat Indonesia. Aceh dikenal dengan keragaman budaya dan berbagai adat-istiadat, salah satunya adalah tradisi meugang. Meugang merupakan sebuah tradisi yang sudah mengakar sejak dari dahulu kala dalam peradaban budaya Aceh.

Meugang merupakan suatu tradisi yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni pada awal Ramadhan, hari raya idul Fitri dan hari raya idul Adha. Dalam tradisi meugang masyarakat Aceh membeli daging yang kemudian dimasak di rumah dengan racikan bumbu yang menggugah selera, pada akhirnya hidangan tersebut disantap bersama-sama dengan  tetangga, kerabat ataupun sanak saudara sambil bercengkrama ditengah kehangatan keluarga.

Dengan tradisi meugang setiap orang bisa berkumpul dan bisa memperkuat jalinan silaturahmi sambil menyantap hidangan daging yang menggugah selera,mungkin mereka sudah lama tidak bertemu namun karena adanya tradisi ini setiap orang bisa dipertemukan bahkan dengan kerabat jauh sekalipun. Mereka berbagi keluh kesah ataupun berbicara tentang dinamika kehidupan yang terus bergejolak setiap saat.

Tradisi ini lahir pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, raja Aceh yang terkenal arif dan bijaksana. Pada awalnya sang raja membagi-bagikan daging kepada rakyatnya, sebagai bentuk terimakasih kepada rakyat atas partisipasi mereka untuk membangun aceh saat itu. Namun, setelah Aceh takluk dari Belanda pada tahun 1873 tradisi ini mulai dilupakan karena tergerus oleh peradaban zaman, akan tetapi seiring berjalannya waktu tradisi ini mulai dilakukan lagi oleh sebagian besar masyarakat Aceh saat ini.

Daging yang dihidangkan pada tradisi meugang ada bermacam-macam, antara lain seperti daging sapi, kambing ataupun kerbau. Bagi masyarakat yang kurang mampu dan tidak mampu membeli daging, biasanya masyarakat Aceh akan bahu-membahu untuk membantu saudaranya itu dengan memberi setumpuk daging untuk dinikmati oleh keluarga tersebut. Tujuannya hanya satu yakni sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan, dengan adanya rasa solidaritas ini diharapkan jalinan silaturahmi masyarakat Aceh bisa terjalin semakin baik dari waktu ke waktu serta hal ini bisa menular ke dalam segala lini kehidupan masyarakat Aceh agar tercipta suatu harmoni kehidupan

Kita harapkan saja tradisi ini bisa terus berlanjut sampai ke generasi berikutnya, karena tradisi ini mencerminkan masayarakat yang mempunyai kekayaan tradisi dan budaya serta menjunjung tinggi nilai-nilai norma dan tata krama. 



1 Response to "Harmoni kehidupan masyarakat Aceh dalam tradisi "Meugang""

  1. mantep artikelnya om,,
    janganlupa kunjungan baliknya ya.,,

    Saya juga terima konsultasi blog gratis

    ReplyDelete

Silahkan kritik dan sarannya. jangan titip link saya pasti akan kunjungi balik. yang sudah follow blog ini silahkan komentar di bawah biar saya follback biar gak ketinggalan kalau ada update terbaru..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel