Kecerdasan itu bisa dicari

Di dunia ini tidak ada manusia yang bodoh, hanya saja banyak orang yang menganggap dirinya bodoh dan kemampuan otaknya rendah. Padahal pola pikir yang demikian adalah 100% salah, sebab setiap orang telah dibekali akal dan pikiran yang dapat digunakan untuk memikirkan, tinggal bagaimana usaha dan keyakinan kita.

Saya teringat dengan kisah Ibnu Hajar seorang ulama besar dari Palestina, beliau merupakan seorang yatim piatu, ibunya meninggal ketika beliau masih balita sedangkan ayahnya meninggal ketika beliau menginjak usia 4 tahun. Beliau dibesarkan oleh kakak kandungnya di sebuah kota kecil di Ghuzwah Palestina. Beliau dikenal sebagai seorang anak yang sangat rajin di sekolahnya, namun alangkah sayangnya beliau tetap bodoh dalam memahami pelajaran dan selalu tertinggal jauh dari teman sebayanya. Bahkan karena kebodohannya ia sampai dikeluarkannya dari sekolahnya.

Pada suatu ketika saat pulang dari sekolah, terjadilah sebuah hujan lebat yang mengguyur sekujur tubuh beliau hingga akhirnya beliau harus menepi ke dalam sebuah gua. Di dalam gua beliau melihat sebongkah batu yang ditetesi air hujan dengan debit air yang sangat kecil, akan tetapi terjadi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Alhasil lama-kelamaan batu itu melunak dan akhirnya menjadi pecah, hal itu membuat Ibnu Hajar berpikir secara spontan, kalau batu yang begitu keras bisa melunak dengan tetesan air yang sedikit, tentu kepala saya yang jauh lebih lunak bisa juga menjadi semakin lunak.

Akhirnya Ibnu Hajar kembali menemui gurunya dan menceritakan kisah tersebut kepadanya. Hal itu tentu membuat guru Ibnu Hajar terheran-heran, bagaimana bisa seorang anak yang dikenal bodoh bisa memikirkan  sejauh itu. Gurunya kembali menerimanya sebagai murid, setelah itu Ibnu Hajar menjadi seorang anak yang kecerdasannya tiada tara bahkan bisa meninggalkan teman-teman sebayanya. Beliau dikenal sebagai ulama besar yang mempunyai banyak karangan buku dalam berbagai ilmu pengetahuan,  namanya masih terus dikenang sepanjang zaman dan menjadi inspirasi yang tak bisa dilupakan.

Dari kisah tersebut, kita dapat menarik sebuah kesimpulan yang bahwasanya kecerdasan itu bisa dicari. Namun harus dibarengi dengan tekad dan kemauan yang kuat, usaha yang keras dan yang terpenting ialah doa. Jika anda tidak mendapatkan kecerdasan secara instan anda mungkin bisa mendapatkannya dalam jangka panjang, yang terpenting ialah usaha  tiada henti setiap saat. Karena pada dasarnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya ( Ar- Ra'd ayat 11)

Menurut saya mencari kecerdasan itu jauh lebih mudah daripada menumbuhkan kepercayaan diri di dalam lingkungan. Karena dalam mencari kecerdasan anda hanya perlu terus belajar dari waktu ke waktu untuk menjadi seorang yang cerdas. Namun untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi, rasanya begitu sulit karena membutuhkan sebuah motivasi yang bisa menempa tiada henti, dan ketika jatuh bisa bangkit lagi dan lagi.

Semoga informasi diatas dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi anda untuk terus giat belajar dalam berbagai hal dan tidak mengenal batasan usia. Seperti dalam sebuah hadits Rasulullah Saw pernah bersabda. " Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat". Hal ini untuk memacu diri untuk terus belajar dengan rajin bahkan sampai mati sekalipun.

Apakah anda setuju dengan pendapat saya?


0 Response to "Kecerdasan itu bisa dicari"

Post a Comment

Silahkan kritik dan sarannya. jangan titip link saya pasti akan kunjungi balik. yang sudah follow blog ini silahkan komentar di bawah biar saya follback biar gak ketinggalan kalau ada update terbaru..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel